Penyakit diabetes
mellitus merupakan penyakit degeneratif yang saat ini mulai banyak diderita
masyarakat Indonesia. WHO memperkirakan
bahwa pada tahun 2025, Indonesia akan menempati peringkat ke lima di dunia
dengan jumlah penderita sebanyak 12,4 juta jiwa. Berdasarkan
Riskesdas tahun 2013, menunjukan bahwa prevalensi penderita diabetes mellitus
di Indonesia mencapai 2,1% meningkat
1,1% dari tahun 2007. Seluruh kejadian diabetes mellitus di Indonesia masih
didominasi oleh diabetes mellitus tipe 2. Angka
ini sangat memprihatinkan mengingat bahwa penyakit diabetes tidak dapat
disembuhkan.
Terapi bagi penderita
diabetes mellitus meliputi edukasi, perencanaan diet, latihan jasmani,
obat-obatan hipoglikemik, dan pemantauan gula darah mandiri. Perencanaan diet merupakan hal terpenting dari keseluruhan terapi
yang harus dijalani penderita diabetes mellitus. Diet untuk
penderita diabetes mellitus biasanya diberikan makanan atau minuman yang tinggi
kromium.
Kromium memang lebih banyak dibutuhkan
oleh penderita diabetes mellitus karena kromium memiliki fungsi meningkatkan
aktivitas insulin dalam memecah glukosa dalam darah sehingga kadar glukosa
darah dapat dikontrol dengan cepat. Saat
ini sudah banyak susu–susu untuk penderita diabetes mellitus (Produk Komersil)
yang mengandung tinggi kromium. Akan
tetapi, produk tersebut tidak menggunakan kromium alami yang terdapat pada bahan
makanan. Oleh karena itu, perlu
dilakukan inovasi yang terbuat dari
bahan makanan tinggi kromium seperti brokoli.
Anda bisa mengkonsumsi brokoli dalam bentuk jus ataupun dalam bentuk
lainnya. Selain brokoli, ada beberapa
bahan makanan yang juga tinggi kromium yang dapat dikonsumsi dalam bentuk lain
seperti gandum, daging, polong-polongan, kentang, bayam, wortel, pisang, jeruk,
dan apel.
Penelitian
menunjukkan bahwa brokoli mengandung serat yang tinggi serta kandungan gula
yang rendah, brokoli juga dapat membantu melawan diabetes mellitus. Serat bermanfaat
untuk membantu menjaga glukosa darah tetap dalam kadar normal karena serat
membutuhkan waktu yang relatif lama untuk dicerna di lambung. Selain itu brokoli
merupakan salah satu bahan makanan yang tinggi kromium. Pada tahun 2004, Cina pernah melakukan
penelitian tentang ekstrak brokoli yang ternyata mampu menurunkan kadar gula
darah pada tikus yang menderita Diabetes Mellitus.
Perlu diketahui juga ketika brokoli dijadikan sebagai
jus, akan ada bahan dari sayuran atau buah lain yang menemaninya, seperti wortel,
timun, atau apel. Selain itu lebih baik
diberikan tambahan susu skim dan madu murni untuk menjadikan jus brokoli lebih
lezat. Susu skim tak hanya menjadikan
jus brokoli menjadi lezat, namun protein susu juga akan membantu kerja kromium
sebagai pengontrol glukosa dalam darah. Susu
skim aman dikonsumsi untuk penderita diabetes mellitus karena kandungan lemak
yang rendah dengan indeks glikemi yang rendah pula. Penggunaan madu pada penderita diabetes tidak
boleh lebih dari 25 ml atau sekitar 5 sendok makan sehari karena penggunaan
madu berlebihan akan menjadikan kadar glukosa darah semakin tinggi. Berikut ini akan diuraikan bahan dan cara
pembuatan jus brokoli tinggi kromium :
Bahan:
- Brokoli 100 g,
- wortel, timun, atau apel 50 g,
- Susu skim 3 sendok makan,
- Madu murni 3 sendok makan,
- Air putih 150 ml
Cara Pembuatan:
1.
Untuk sedikit menghilangi aroma langu pada brokoli
maka lakukan perebusan atau pengukusan selama 1 menit dengan suhu 60-80ÂșC, tiriskan.
2.
Cambur brokoli dengan bahan-bahan yang
telah disediakan lalu blander hingga halus.
3.
bila hanya ingin mengembil sarinya maka
bisa disaring, nemun akan lebih baik bila diminum beserta seratnya.
4.
Campurkan es serut untuk mendapatkan
kesegaran saat meminum jus ini.
5.
Hidangkan selagi dingin.
Hanya dengan
bahan dan cara pembuatan yang seperti itu anda sudah dapat menikmati segarnya
jus brokoli. Selain itu, anda juga mendapatkan manfaat dari jus brokoli
tinggi kromium tanpa khawatir nilai gizinya berkurang karena sudah menjadi jus. Jus brokoli ini memiliki kandungan gizi
sebagai berikut :
·
Energi :
210 Kkal
·
Karbohidrat :
38 g
·
Protein :
14 g
·
Lemak :
1 g
Daftar Pustaka :
1. Cho, Xiang L, Hyun, Takakao, Young, Xiang S.
Protective effects of broccoli (Brassica
oleracea) and its active components against radical-induced oxidative
damage. J Nutr Sci Vitaminol. 2004
Mei 31; 51:142-147
2. Dunne
L. Nutrition almanac. 5th rev. Ed. New York: McGraw Hill.
2002. 52 p.
3. Gibson
R. Principles of nutritional assesment. 2nd rev. ed. New York: Oxford
University Press. 2005. 683 p.
4. Imam S,
Slamet S, Sarwono W, Pradana, Gatut, Ermita, et al. Penata laksanaan diabetes terpadu. ed ke-2. Jakarta: FKUI, 1995.
41 p