Minggu, 18 Agustus 2013

Inginku

Besok, 19 Agustus 2013, hari yang telah lama di tunggu dengan berbagai persiapannya. Akhirnya berangkat juga Study Tour ke Bogor-Bandung-Jogja^__^
tapi malam ini pengen coret2 blog dulu,.
yuk simak coretanku malam ini .. 


Anganku Tentangmu

Kini ku tengah berjalan di gelapnya malam, terlalu banyak bintang di atas sana. Ku rasa bintang-bintang itu sedang mengawasi setiap langkahku, atau bahkan mungkin mereka telah membaca fikiranku, entahlah
Hembusan angin ini semakin membuatku merindukan dia, sosok yang bayangannya selalu mengganggu fikiranku.

Ingin sekali ku bisikkan pada bintang-bintang itu bahwa aku rindu padamu.
ku tatap bintang-bintang itu, "apakah di belahan bumi yang lain di mana ia berpijak saat ini juga menatapmu seperti aku menatapmu duhai bintang-bintang yang elok?"

ku ingin mengirimkan sepucuk surat padamu...

Untukmu : yang selalu ada di hatiku
Dari          : yang selalu merindukanmua "Zahra"

apa kabarmu di sana? sengaja ku kirimkan surat ini padamu karna ku rasa rindu, penuh sesak hati ini menahan pilu. Ingin sekali ku bercengkrama denganmu seperti dulu.
Seperti saat kau di sampingku
Saat kita bermain layangan bersama di lapangan depan rumahku, ingatkah engkau?
saat bermain layangan kau senang sekali menggodaku, menggangguku,. Hingga kadang ku berteriak padamu, gemas dan kesal. Namun semua itu sungguh menyenangkan, dan kini ku ingin mengulang masa2 itu.

Ingatkah kau saat kita selalu memandang bintang bersama dan saling bercerita satu sama lain? kau selalu berkata ingin menjadi bintang, saat ku bertanya mengapa, kau menjawabnya dengan nadamu yang membuat lidahku keluh "Ku ingin menjadi bintang, agar ku bisa tetap melihatmu walau aku jauh darimu,. Ku akan selalu memandangmu dari atas sana."

Kau selalu membuat jantung ini berdegup lebih kencang dari biasanya. Hanya bahagia yang kurasa saat bersamamu.

Namun kini kau telah bersamanya, bersama wanita yang kini telah kau persunting.
Memang ini semua karna salahku, ku terlalu lama membuatmu menunggu. Maafkan aku yang harus memilih jalan tuk menyelesaikan studyku terlebih dahulu sebelum ku putuskan tuk membina rumah tangga brsamamu. Ku tak bisa memilih jalan lain karna itu titah dari ibundaku.

Maafkan aku jika membuatmu lelah menungguku hingga akhirnya kau temukan dia.
Hanya sesal yang ku rasa kini.
Bila mungkin, ku ingin memutar kembali waktu, ingin ku bersamamu..
Yaa tapi itu hanya khayalku, tak akan bisa ku memutar waktu. 

Memang beginilah takdirmu dan takdirku. kau bukan di ciptakan untukku, tapi untuknya.
Kuharap kau tetap menyimpan rapi bingkai kenangan kita, walau kini tak mungkin kita tuk bersama.
cintaku tak harus memilikimu, butir-butir doaku untukmulah tanda cinta padamu.

Yang Selalu Merindukanm
         -Zahra-

Itu semua hanya inginku, namun tak mungkin ku kirim sepucuk surat ini padamu, ku tak ingin merusak kebahagiaanmu.
biar ku simpan sendiri perih ini, ku kan tetap mencintaimu dalam diamku

Sabtu, 17 Agustus 2013

Sudah Merdeka atau Belum?

Hari ini, 17 Agustus 2013, tepat saat Indonesia mengumandangkan Proklamasi kemerdekaannya. Saat ini Indonesia menggelar Hari Ulang Tahun yang ke 68 tahun setelah merdeka.
Begitu semarak perayaannya, di mana-mana mengadakan hajatan baik di kota maupun di pelosok desa. Meriah setiap tahunnya. Bahkan di desaku pun terlihat begitu ramai warga menyambutnya.

Tak sedikit orang yang menunjukkan cinta tanah airnya dengan melakukan pendakian di gunung-gunung tertinggi di bumi Indonesia ini untuk sekadar upacara di puncaknya. well apa hanya dengan cara itu dan sebatas itu kita menunjukkan cinta tanah air yang sebenarnya di balik itu "Kosong".

Tak ada salahnya memang melakukan semua itu.

Masih perlu banyak hal yang harus dilakukan oleh generasi muda untuk benar-benar mewujudkan Indonesia merdeka yang sesungguhnya.
Ku ambil satu contoh yang hal ini perlu di fikirkan baik-baik bagi kalangan loe-loe pada guys..

Indonesia, merupakan negara Bebek Terbesar,,,
pasti bertanya-tanya, "Negara bebek? yang bener aja loe, gue manusia kaleeek bukan bebek =___="

haha bebek yang di maksud di sini bukan bebek yang hanya bisa ber kwweeeek kwweeeek,, tapi bebek di sini yaitu orang yang selalu mengikuti apa aja yang di lakukan orang lain, bahasa jawanya Ngintil melulu (kayak bebek kan? loe sih kagak percaya ama gue..)

yuk buka mata, buka hati, buka telinga..
lihat aja anak muda jaman sekarang (berasa tua ngomong gini) mereka seneng banget ikut-ikutan tren baju orang barat, sekarang jadi menjalar ikut-ikutan gaya orang korea. Tak ada filter yang mereka gunakan untuk menyaring mana yang baik buat mereka. Semua di telan mentah-mentah. Ironis memang. Mereka berpakaian dengan menggunakan baju yang kekurangan kain, bahkan baju adeknya di pakek, parah..
Layaknya seseorang yang tak punya karakter yang selalu mengikuti arah tren terkini.


Gak cuma baju aja, tapi saat ini gara-gara terlalu banyak film-film Asing yang masuk ke dunia Perfilman Indonesia yang kadang menjadikan kita ikut-ikutan gaya pemeran dalam film itu. Seks bebas, gandengan sana sini padahal bukan muhrimnya, ciuman, dll yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Tak ada pikir panjang, hanya berfikir kesenangan sesaat

Ter-racuni sudah fikiran kita tentang hal-hal yang duniawi
fikirkan, kesenangan duniawi tak ada apa-apanya bila di bandingkan dengan kesenangan surgawi

"bila kau masukkan jarimu di lautan yang  begitu luas, lalu kau keluarkan jarimu, hanya sebanyak air yang menempel di jari itulah kesenangan duniawi, dan lautan itulah kesenangan surgawi"


Indonesia yang sesungguhnya telah merdeka, namun pada kenyataan sbenarnya masih terjajah, walau tak nampak.
Jangan hanya menjadi bebek yang ikut ke mana saja ia pergi, ikuti bila itu baik, namun tinggalkan bila itu buruk.
 
Yuk bangkit generasi Muda,.
Berikan yang terbaik untuk Negrimu, dengan karakter kita sendiri
Tunjukkan prestasi terbaik yang mampu kau ukirkan untuk Tanah Air Tercinta ini

Jumat, 16 Agustus 2013

JAUH

Kusandarkan tubuh ini di dinding
Dingi...Ku rasa dingin menyergap tubuh ini
Terasa hati mencuat-cuat
Fikirku melambung tinggi entah ke mana

Kurasa desiran angin membelai lembut wajahku
Ku pandangi langit
Indaahh....
Namun tak bisa ku rasa seindah saat ku bersamamu


Awan itu ku rasa wajahmu
Oohh Bukan-bukan, itu hanya khayalku
Mana mungkin kau ada untukku saat ini

Kenapa ku tak bisa sepertimu?
Kau begitu indah terbang tinggi di sana
Hingga mungkin tiada lagi aku dalam fikirmu
Namun aku? Ya aku masih tetap di sini, di tempat ini, menunggumu,
mengering dan membusuk
Layaknya tubuh tanpa jiwa

Kau terlalu tinggi, terlalu jauh
Hingga ku tak mampu menatapmu, silau ku rasa

Masihkah engkau menatapku di sini?
Atau mungkin arakan angin membawamu pergi?
Semakin jauh dari ku

Duhai hati yang indah
Jika memang kau tercipta untukku, maka mendekatlah
Ku tak mampu mencarimu, hingga kau datang 
dan kembali lagi sekehendakNya

Tak hanya kita terpisah berpuluh kilo
Lautan pun memisahkan kita

Kau tau?
Hanya gundah yang ku rasa saat mengingatmu
Ku rasa kau semakin jauh dari ku
Inilah takdirku dan takdirmu

Ku takkan menantimu, tapi kukan menanti jodoh terbaikku



Menunggu,,

ku rasa begitu segarnya udara pagi ini, semilir angin dengan lembut menyapu kulitku. Kicauan burung di kampung halaman begitu indah terdengar...
Ingin ku awali pagiku dengan menuliskan sesuatu tentang "Menunggu". Ya ku yakin semua pernah merasakan bagai mana menunggu itu dan mugkin banyak orang yang tak menyukai bila harus menunggu, apalagi menunggu sesuatu yang tak pasti yang belum tentu akan terjadi.

guys,, menunggu itu akan sangat melelahkan bila kau menunggu  dengan berlandaskan sesama makhluk, akan berbeda rasanya jika kau menunggu yang berlandaskan iman pada Yang Maha Membolak-balikkan Hati, Allah SWT.

Aku punya sebuah cerita dari seorang wanita yang tak ingin disebut namanya di sini.
Dia pernah mencintai seorang lelaki, yang di rasa saat itu benar-benar merubah hidupnya menjadi lebih baik. Pada suatu ketika mendadak ada kejadian yang meluluh lantakkan hatinya. Dia harus berpisah dengan lelaki itu karna satu alasan "Belum Siap Nikah ya Diakhiri Saja Tunggu Hingga Benar-benar Sudah Siap". Hingga suatu hari wanita ini memutuskan untuk menunggunya dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin ya Ibadahnya, Akhlaknya, Ilmu-ilmunya. Namun semakin lama si wanita merasa penantian itu semakin membuat hatinya Galau tak karuan, lelah, resah, acak-acakan deh pokoknya karna tak pernah ada respon dari lelaki itu. Hingga dia merasa bersalah karna apa yang dia lakukan (Ibadahnya, Akhlaknya, Ilmu-ilmunya) dia landaskan untuk lelaki itu.Akhirnya dia mulai meluruskan niatnya merubah diri menjadi lebih baik hanya semata karna Allah, bukan karna siapapun. well, lalu apa yang dia rasakan? dia menjadi semakin baik dengan niat hanya untuk Allah, walau tak di pungkiri dia masih begitu mencintai lelaki itu. Cara mencintainya pun telah ia rubah dengan semakin mendekatkan diri pada Allah, dengan terus mendoakan lelaki itu, dan tidak terlalu berharap bahwa lelaki itu jodohnya, siapa yang tau jodoh seseorang? hanya Allah yang tau, yang kita bisa lakukan hanyalah berdoa.
Dengan semakin dekat dengan Allah, dengan niat yang lurus maka dia pun mendapatkan ketenangan, tak ada kata galau dan lelah lagi. Karna dia tidak menunggu lelaki itu tapi menunggu jodoh yang terbaik yang telah di siapkan Allah untuknya.

dari cerita di atas kita dapat mengambil pelajaran bahwa janganlah kamu menunggu seseorang yang belum pasti dia akan menjadi milikmu. Perbaikilah dirimu dengan memantaskan diri jika kau ingin mendapatkan jodoh yang terbaik. Perbaiki diri dengan landasan iman pada Allah!
bukankah wanita yang baik itu untuk lelaki yang baik pula?
mungkin saja seseorang yang dulunya kau nanti memang jodoh yang terbaik yang telah disiapkan Allah untukmu. Itu menjadi bonus tersendiri buat kamu.. ^___^




"Jangan menantikan seorang lelaki, tapi nantikan jodoh terbaikmu"


Kamis, 15 Agustus 2013

Pencarianku

mulai menulis lagi... *___*
ku tak sabar ingin terus berbagi apa yang menjadi pelajaran dalam hidup yang ku jalani kini dan masa laluku.

Beberapa hari yang lalu aku membeli satu buku yang telah lama ku inginkan. karya Brili Agung Zaky Pradika yang judulnya "Mencintai Tak Bisa Menunggu", itu adalah karya ke dua dari Mas Brili. Awalnya ku kira buku itu hanya menceritakan tentang cinta kepada lawan jenis kita. but tau gak? Buku itu benar-benar membuat jantungku berdebar kencang, menggetarkan jiwa ini, bahkan ada beberapa bagian yang membuatku serasa ditampar dengan kekuatan yang begitu besarnya. Buku itu lebih banyak mengajarkan kita untuk mencintai kedua orang tu kita. Hmmm pokoknya Buku itu recommended banget deh bagi kalian yang masih saja menggalau i hidup ini.Hohooho....

Buku itu yang semakin membuatku bergelora untuk menjadi seorang penulis, menciptakan suatu karya "Buku" yang bermanfaat bagi pembacanya. Aku mulai belajar menulis lewat Blog mas Brili.
memang menjadi seorang penulis itu tak bisa dikejar dengan cara yang instan, bisapun mungkin itu akan menjadi suatu karya yang akan cepat menghilang dari peradaban dan berakhir di obralan buku, begitu kata mas Brili.

Menulis itu butuh banyak berlatih, harus istiqomah dalam melatihnya. Tiap hari kamu harus menulis, apapun itu, pokoknya menulis. Dengan begitu kita akan semakin mudah menuliskan apa yang ada di angan-angan kita, lebih mudah mengutarakan apa yang ada di hati dan benak
Aku pun masih belajar gimana sih menulis yang baik, yang bisa membuat orang yang membacanya tak ingin berhenti untuk terus membacanya.
kita.

Karakter tulisan itu berbeda-beda, dan itulah yang ingin aku cari sekarang. Gimana karakter menulis yang ku rasa nyaman sampek aku kudu bilang "Waaah ini gue Bangggeeeetss" heheheh..

Okee mari mencari sebuah karakter, tak ada kata lelah, tak ada kata menyerah, ini lah proses yang harus di tempuh.. BERLATIH....