Senin, 09 September 2013

Merenung Sepi



Tak banyak kata yang mampu ku ungkap kala hati merintih perih

Perih layaknya tertusuk beribu duri

Hanya tangis tiada henti yang mampu ku ungkap dan Air mata yang terus mengalir
Mengalir dengan derasnya bak awan yang tiada henti menurunkan hujan

Mendung di hati ini serasa berkoar, menimbulkan gemuruh yang ingn menjelma menjadi badai

Teriakan hati yang tak ingin kau pergi
Layaknya bulan yang tak ingin pergi meninggalkan bumi dan ingin terus berjalan beriringan dalam satu orbit

Hanya aku di sini merenung sepi
Tiada lagi kicauan merdu di hati



Tidak ada komentar:

Posting Komentar